Beranda Branding Breaking News Index Berita Kriminal Medan Nasional Peristiwa Sumatera Utara
Beranda / Sumatera Utara / Dua Remaja Terseret Arus di Sungai Pangkal Titi Asahan, Tim Operasi SAR Nasional Lakukan Pencarian Intensif

Dua Remaja Terseret Arus di Sungai Pangkal Titi Asahan, Tim Operasi SAR Nasional Lakukan Pencarian Intensif

Asahan, Sumatera Utara – Kamis (26/3/2026). TobaRescueNews.com

Dua orang remaja dilaporkan terseret arus saat mandi di Sungai Pangkal Titi, Kisaran, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Kamis sore (26/3). Hingga saat ini, kedua korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan Hery Marantika, S.H., M. Si selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari Basarnas Command Center sekitar pukul 17.40 WIB.“Informasi awal kami terima dari Kepala Dusun setempat, Bapak Jumardi Hasibuan, yang melaporkan adanya dua remaja terseret arus sungai saat mandi bersama teman-temannya,” ujar Hery dalam keterangannya.

Peristiwa bermula pada pukul 16.10 WIB, ketika kedua korban bersama beberapa rekannya mandi di Sungai Pangkal Titi. Diduga arus sungai yang cukup deras menyebabkan kedua remaja tersebut terseret dan hilang dari permukaan. Rekan korban yang berada di lokasi segera meminta bantuan warga sekitar. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh masyarakat, namun hingga laporan diteruskan ke Basarnas, hasilnya masih nihil.

Adapun identitas korban yang masih dalam pencarian yakni: Bram Pasaribu (14 tahun) dan Prabu Batara Dewi Pangga Siregar (13 tahun). Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak lima personel tim rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Asahan diberangkatkan menuju lokasi.

Pendidikan Dasar Pencarian dan Pertolongan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Resmi Ditutup, 10 Peserta Dinyatakan Lulus

Setibanya di lokasi kejadian, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat serta masyarakat, dilanjutkan dengan asesmen dan briefing untuk menentukan strategi pencarian.

Operasi SAR kemudian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU): SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu LCR dengan metode penyisiran permukaan air sejauh ±1 kilometer ke arah hilir sungai. SRU 2 melakukan pencarian darat (scouting) di sepanjang bantaran sungai sejauh ±1 kilometer.

“Tim SAR gabungan saat ini terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan membagi area pencarian baik melalui jalur air maupun darat,” jelasnya.Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan, antara lain Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Asahan, TNI/Polri, Pemerintah setempat, Masyarakat dan keluarga korbanHery menegaskan komitmen pihaknya dalam operasi ini.“Kami akan terus melaksanakan pencarian secara optimal hingga kedua korban ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus tidak stabil,” tegasnya. Ss/hms

Pelaksanaan Verifikasi Data Profil Risiko Di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan (Basarnas Medan), Dukung Peningkatan Keselamatan Penerbangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan