Medan, 30 Maret 2026 — TobaRescueNews.Com
Dalam rangka memperkuat sinergi serta peningkatan kapasitas penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan melaksanakan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara.
Dalam audiensi tersebut, Basarnas Medan menyampaikan sejumlah poin strategis, di antaranya apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan dalam pelaksanaan operasi SAR, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis SAR, serta usulan pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SAR Regional Barat Sumatera.
Sebagai bentuk penghargaan, Basarnas turut menyampaikan apresiasi dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP kepada Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. dan jajaran Forkopimda atas dukungan dan keterlibatan aktif dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M.M., menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara, cakupan kejadian yang luas hingga mencapai sekitar 18 kabupaten/kota menunjukkan perlunya penguatan kapasitas secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Sumatera Utara memiliki tingkat kompleksitas bencana yang tinggi, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis SAR yang terintegrasi serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Basarnas Medan mengusulkan pembangunan Balai Diklat SAR Regional Barat yang direncanakan berlokasi di Provinsi Sumatera Utara. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi sumber daya manusia SAR di wilayah barat Indonesia.
Selain itu, dalam rencana pengembangannya, Balai Diklat tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung, termasuk rencana penempatan (standby) helikopter Basarnas guna mempercepat respon operasi pencarian dan pertolongan, khususnya pada kondisi darurat dan wilayah sulit dijangkau.
“Keberadaan Balai Diklat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan personel Basarnas, tetapi juga menjadi hub pengembangan potensi SAR nasional di wilayah barat Indonesia, melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan, hingga masyarakat. Dan dukungan sarana udara akan sangat strategis dalam meningkatkan kecepatan respon, mobilisasi personel, serta efektivitas operasi SAR di wilayah Sumatera dan sekitarnya,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, khususnya Basarnas Medan, atas peran aktif dalam pelaksanaan operasi SAR pada berbagai kejadian bencana, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja nyata Basarnas dalam setiap operasi Pencarian dan Pertolongan pada penanggulangan bencana di Sumatera Utara,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menyambut baik dan mendukung rencana pembangunan Balai Diklat SAR Regional Barat di Sumatera Utara sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi bencana.
“Kami mendukung penuh pembangunan Balai Diklat SAR di Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dan kemampuan daerah dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur turut memberikan masukan agar materi Search and Rescue (SAR) dapat diintegrasikan dalam pembekalan kepala daerah, serta menyatakan dukungan terhadap rencana penempatan helikopter Basarnas di Sumatera Utara guna mempercepat respon time dalam pelaksanaan operasi SAR.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan berharap sinergi antara Basarnas dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat terus diperkuat guna mewujudkan sistem penanganan bencana yang lebih cepat, terpadu, dan profesional, demi keselamatan masyarakat. Ss/hms



Komentar