Medan, 2 Mei 2026 — TobaRescueNews.Com
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melaksanakan operasi pencarian terhadap satu orang korban yang dilaporkan terseret arus di Sungai Sei Deli, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Sabtu (2/5).
Personel Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan menerima laporan kejadian tersebut dari Kepala Lingkungan (Kepling) 11 Karang Berombak, Bapak Rudi, pada pukul 14.20 WIB. Berdasarkan laporan, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat korban sedang mandi bersama teman-temannya di sungai tersebut.
Korban diketahui bernama Rifki Ariansyah (9 tahun), seorang anak laki-laki, yang hingga saat ini masih dalam status dalam pencarian (DP).
Menurut informasi yang diterima, korban bersama beberapa rekannya sedang bermain dan mandi di Sungai Deli. Diduga akibat derasnya arus sungai, korban terseret dan tidak sempat menyelamatkan diri. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya pencarian awal dan melaporkan kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 7 (Tujuh) personel Tim Rescue Basarnas Medan diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan kendaraan operasional double cabin.
Setibanya di lokasi, tim segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait, Selanjutnya, dilakukan assessment lokasi kejadian (LKP) serta briefing untuk menentukan strategi pencarian yang efektif.
Dalam operasi pencarian ini, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, antara lain 1 (satu) unit kendaraan double cabin, Aqua Eye (alat deteksi bawah air), Peralatan water rescue, Peralatan medis, Peralatan komunikasi, Alat pelindung diri (APD) dan Kantong jenazah
Operasi pencarian berlangsung dalam kondisi cuaca hujan menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam melakukan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M. Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa tim akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk menemukan korban.
“Kami telah mengerahkan tim lengkap beserta peralatan pendukung untuk melakukan pencarian secara maksimal. Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan air serta penggunaan alat deteksi bawah air guna mempercepat proses penemuan korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau juga berharap korban dapat segera ditemukan.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan agar dapat memberikan kepastian kepada pihak keluarga. Kami juga mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk tetap menjaga keselamatan selama proses pencarian berlangsung.”
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, terutama saat arus sungai sedang deras. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Operasi SAR hingga saat ini masih terus berlangsung, Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala. Ss/hms



Komentar