Asahan, Sumatera Utara — Jumat (27/3/2026) TobaRescueNews.Com
Tim Operasi SAR Nasional yang di Koordinir oleh Pos SAR Tanjung Balai Asahan berhasil menemukan satu korban dalam operasi pencarian terhadap dua remaja yang terseret arus di Sungai Pangkal Titi, Kisaran, Kabupaten Asahan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat sore.Korban yang ditemukan diketahui bernama Bram Pasaribu (14). Ia ditemukan sekitar pukul 16.15 WIB dengan jarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian musibah (LKM). Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga saat ini, satu korban lainnya atas nama Prabu Batara Dewi Pangga Siregar (13) masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.Peristiwa bermula saat dua remaja tersebut diduga terseret arus Sungai Pangkal Titi di wilayah Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan saat mandi-mandi disekitar Sungai. Menerima informasi kejadian, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Asahan segera diberangkatkan ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Operasi SAR dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu LCR serta peralatan water rescue. Setelah upaya pencarian intensif, satu korban berhasil ditemukan pada sore hari dalam kondisi meninggal dunia. Operasi SAR masih terus dilanjutkan dengan fokus pencarian terhadap satu korban yang masih hilang. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai serta melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unsur yang terlibat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC), menyampaikan bahwa esok pencarian akan dilanjutkan kembali, pihaknya akan terus mengoptimalkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya satu korban. Saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya. Seluruh unsur kami kerahkan secara maksimal, baik personel maupun peralatan, agar korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama dalam kondisi arus yang tidak stabil.Basarnas Medan memastikan bahwa operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal hingga korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan. Ss/hms



Komentar