Asahan, Sumatera Utara — Sabtu (28/3/2026) TobaRescueNews.Com
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan resmi menutup Operasi SAR terhadap dua remaja yang terseret arus di Sungai Pangkal Titi, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
Korban terakhir atas nama Prabu Batara Dewi Pangga Siregar (13) ditemukan pada Sabtu pagi dalam kondisi meninggal dunia, sehingga kedua korban yang hanyut sejak beberapa hari lalu telah ditemukan setelah sebelumnya korban Bram Pasaribu (14) ditemukan pada Jumat sore sekitar Pukul 16.15 Wib.
Memasuki hari ketiga operasi pencarian yang di Koordinir oleh Pos SAR Tanjung Balai Asahan kembali melanjutkan pencarian namun saat melaksanakan pencarian Tim menerima informasi dari Satuan Reskrim Polres Tanjung Balai terkait penemuan satu korban di aliran Sungai Pantai Olang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai. Korban ditemukan dalam kondisi mengambang di permukaan air dengan jarak sekitar 15 kilometer dari lokasi kejadian musibah (LKM)Tim SAR gabungan selanjut langsung menuju lokasi dan segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSU Dr. Tengku Mansyur untuk proses identifikasi.
Pada pukul 11.40 WIB, korban berhasil diidentifikasi oleh pihak keluarga dan selanjutnya diserahkan ke rumah duka.Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur SAR dalam operasi ini. “Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR kami nyatakan selesai. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja maksimal, sehingga operasi ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus deras dan cuaca yang tidak menentu. Basarnas Medan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap operasi kemanusiaan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat yang membahayakan jiwa manusia. Ss/hms



Komentar