Beranda Branding Breaking News Hukum Index Berita Medan Nasional Peristiwa SEO Sumatera Utara
Beranda / Sumatera Utara / Hari Kedua Operasi SAR, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Akhirnya Temukan Korban Terseret Arus di Sungai Namo Pecawir

Hari Kedua Operasi SAR, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Akhirnya Temukan Korban Terseret Arus di Sungai Namo Pecawir

Deli Serdang, Sumatera Utara — Kamis (2/4/2026), TobaRescueNews.Com

Tim Operasi SAR Nasional yang di Koordinir Oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu orang korban terseret arus di Sungai Namo Pecawir, Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, setelah korban an. Sakti Harianja Surbakti (35) akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Pada hari kedua operasi, Kamis (2/4), pukul 08.00 WIB, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban sesuai dengan rencana operasi (Renops) yang telah ditetapkan. Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran intensif sepanjang aliran sungai menggunakan perahu serta peralatan pendukung lainnya.

Setelah upaya pencarian yang berkelanjutan, pada pukul 19.45 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD). Korban ditemukan dalam posisi terdampar di tepi sungai berjarak sekitar ±16 kilometer arah utara timur laut dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Pendidikan Dasar Pencarian dan Pertolongan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Resmi Ditutup, 10 Peserta Dinyatakan Lulus

Selanjutnya, korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M.Si selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan apresiasi sekaligus menjelaskan proses teknis pencarian di lapangan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Sejak hari pertama, tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara sistematis melalui penyisiran permukaan menggunakan perahu, pemantauan titik-titik potensial di sepanjang aliran sungai, serta pemanfaatan peralatan pendukung seperti Aqua Eye untuk membantu deteksi di bawah permukaan air,” ujarnya.

“Kondisi sungai yang keruh, luasnya area pencarian, serta adanya pendangkalan dan material sampah menjadi tantangan tersendiri di lapangan. Namun dengan penerapan strategi pencarian sesuai Rencana operasi dan koordinasi yang solid antar unsur, korban akhirnya berhasil ditemukan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dalam operasi SAR.

Hasil Autopsi Sandi Napi Lapas Narkotika Serong Sudah Keluar, Pihak Keluarga Minta Polisi Sampaikan ke Publik

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan profesionalisme seluruh unsur yang terlibat,” tutupnya.

Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR kembali ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan dedikasi yang telah diberikan. Ss/hms

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan