Medan, 28 April 2026 , TobaRescueNews.com
Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Dasar Pencarian dan Pertolongan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu yang berjumlah 10 Orang.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada Selasa (28/4/2026), dan akan berlangsung hingga 11 Mei 2026. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan kompetensi teknis serta pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Basarnas sebagai institusi yang memiliki mandat dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini diisi dengan berbagai materi dasar dan teknis terkait SAR, meliputi pengetahuan dasar pencarian dan pertolongan, teknik evakuasi, pertolongan pertama, penggunaan peralatan SAR, navigasi darat dan air, komunikasi operasi, Medical First Responder (MFR) hingga manajemen operasi SAR. Selain materi teoritis, peserta juga akan mengikuti sesi praktik lapangan guna memperkuat keterampilan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan.
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membentuk sumber daya manusia yang tanggap, terlatih, dan profesional dalam mendukung pelaksanaan operasi SAR. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan sinergi internal serta kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi kondisi kedaruratan dan bencana.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M. Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan investasi penting dalam membangun kualitas personel Basarnas ke depan.”Pelatihan dasar ini bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan sebuah proses pembentukan karakter dan kompetensi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, sehingga ke depan mampu menjalankan tugas pencarian dan pertolongan secara profesional, cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar beliau.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu memiliki peran strategis dalam mendukung operasional Basarnas, sehingga peningkatan kapasitas melalui pelatihan menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan, serta menjadi bagian dari insan SAR yang berintegritas, responsif, dan berorientasi pada keselamatan jiwa manusia. Ss/hms



Komentar