Beranda Branding Breaking News Hukum Index Berita Inspirasi Medan Nasional Peristiwa Politik Sumatera Utara
Beranda / Sumatera Utara / Kepala Basarnas RI Resmi Buka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Tahun 2026 di Sumatera Utara

Kepala Basarnas RI Resmi Buka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Tahun 2026 di Sumatera Utara

Medan, 9 Juni 2026, TobaRescueNews.com

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan menyelenggarakan Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Tahun 2026 yang berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Juni 2026 bertempat Gedung BPSDM Provinsi Sumatera Utara.

Bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kegiatan pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI M. Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP, serta dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara, pimpinan instansi vertikal, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai unsur potensi SAR di wilayah Sumatera Utara.

Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kesiapsiagaan potensi SAR dalam mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, khususnya pada kondisi kecelakaan maupun bencana yang terjadi di wilayah perairan.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas RI menegaskan bahwa keberhasilan operasi SAR tidak hanya ditentukan oleh personel Basarnas semata, melainkan juga oleh sinergi yang kuat dengan seluruh potensi SAR yang ada di daerah.

Tim Operasi SAR Nasional Yang di Koordinir oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan/Pos SAR Tanjung Balai Asahan Temukan Korban Terseret Arus Sungai Aek Natas Dalam Keadaan Meninggal Dunia

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya strategis Basarnas untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme potensi SAR. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami teknik-teknik pencarian dan pertolongan di permukaan air secara baik sehingga mampu menjadi perpanjangan tangan Basarnas dalam memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi kondisi darurat di masyarakat,” ujar Marsekal Madya TNI M. Syafii.

Lebih lanjut, Kabasarnas RI menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mewujudkan sistem pencarian dan pertolongan yang efektif.

“Tantangan penanganan keadaan darurat semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang terlatih serta kerja sama yang solid antara Basarnas, pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas pelaksanaan pelatihan yang dinilai sangat penting dalam memperkuat kapasitas penanggulangan kedaruratan di Sumatera Utara.

“Sumatera Utara memiliki karakteristik geografis yang beragam dengan banyak wilayah perairan, sungai, dan danau yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan maupun bencana. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan sumber daya manusia agar mampu memberikan pertolongan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan,sehingga itu yang menjadi alasan kami meminta kepada Basarnas untuk pesertanya dari Kepala Desa dan Lurah agar mampu mengkoordinir saat-saat terjadi kondisi membahayakan manusia terkait kejadian bencana” ujar Bobby Nasution.

Lima Hari Dalam Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Batang Toru Ditemukan Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan/Pos SAR Danau Toba bersama Tim Operasi SAR Nasional Dalam Keadaan Meninggal Dunia

Menurutnya, penguatan kapasitas potensi SAR menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.

“Kami sangat mendukung penuh upaya Basarnas dalam meningkatkan kompetensi potensi SAR. Semoga pelatihan ini dapat menghasilkan personel-personel yang profesional, terampil, serta siap bersinergi dalam mendukung keselamatan masyarakat Sumatera Utara,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Kabasarnas secara resmi menyematkan Brivet SAR kepada Gubernur sebagai penganugerahan warga Kehormatan SAR.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut akan diisi dengan berbagai materi teori dan praktik lapangan terkait teknik pencarian dan pertolongan di permukaan air, penggunaan peralatan SAR, prosedur keselamatan, komunikasi operasi SAR, hingga simulasi penanganan keadaan darurat di perairan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud sumber daya potensi SAR yang semakin profesional, modern, dan teruji dalam mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Sumatera Utara maupun Indonesia pada umumnya. SS/HMS

Dipimpin H Pelly Yusuf, PT Helen Bersaudara Indonesia Berhasil Akuisisi 2 Perusahaan Tambang Batubara di Kutai Timur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan