Medan, 6 April 2026 — TobaRescueNews.Com
Sejak pagi tadi, Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama Tim Operasi SAR Nasional lanjutkan upaya pencarian intensif terhadap bocah perempuan yang hanyut di Sungai Denai. Hingga siang tadi, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Sungai Denai, Jalan Menteng Raya, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.
Korban diketahui bernama Tina (9), seorang anak perempuan, ditemukan pada Senin (6/4/2026) pukul 14.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hanyut.
Peristiwa bermula pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban bersama empat orang temannya mandi di aliran Sungai Denai. Saat itu, korban tiba-tiba terseret arus sungai yang cukup deras hingga akhirnya tenggelam.
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh warga setempat, namun tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan untuk mendapatkan bantuan SAR.
Operasi SAR dilaksanakan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yaitu SRU 1 melakukan pencarian menggunakan peralatan Aqua Eye di sekitar lokasi kejadian, serta penyisiran permukaan air menggunakan perahu LCR, SRU 2 melakukan penyisiran darat ke arah hilir sungai dari lokasi kejadian.
Memasuki hari kedua operasi, pencarian dilanjutkan dengan memperluas area pencarian ke arah hilir sungai serta mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang terlibat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan Hery Marantika, S.H., M. Si selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa keberhasilan penemuan korban merupakan hasil kerja sama seluruh unsur SAR yang terlibat di lapangan.
“Pada hari kedua pelaksanaan operasi SAR, tim berhasil menemukan korban pada pukul 14.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia, tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut. Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan metode penyisiran permukaan air, pemantauan bawah air, serta pengamatan di sepanjang aliran sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi tantangan dalam proses pencarian, namun koordinasi yang baik antar unsur SAR menjadi kunci keberhasilan operasi.
“Setelah korban ditemukan, selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” tambahnya.
Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Polsek Medan Area, BPBD Kota Medan, pemerintah setempat, serta masyarakat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi ditutup. Ss/hms



Komentar