Deli Serdang, 11 Juni 2026, TobaRescueNews.Com
Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Permukaan Air Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan secara resmi ditutup oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M. Si., pada Kamis (11/6) di kawasan Danau Alamta Jaya, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari para kepala desa dan lurah dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Basarnas dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan potensi SAR di tingkat masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan kecelakaan di wilayah perairan.
Prosesi penutupan dilaksanakan melalui apel penutupan yang digelar setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian praktik lapangan, meliputi pengendalian perahu karet, teknik mendayung, teknik naik dan turun (exit-entry) perahu, serta simulasi operasi pencarian dan pertolongan di permukaan air.Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi teoritis dan praktis yang disampaikan oleh instruktur dan narasumber berkompeten.
Materi tersebut meliputi substansi Basarnas dan sistem penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan, teknik pencarian dan pertolongan di permukaan air, keselamatan dan keamanan dalam operasi SAR, penggunaan alat keselamatan air, komunikasi lapangan, manajemen kebencanaan, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), prakiraan cuaca dan pemanfaatannya dalam operasi SAR, hingga koordinasi dan sinergi antar potensi SAR dalam penanganan keadaan darurat.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya peran pemerintah desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam memberikan respons awal terhadap kejadian bencana maupun kecelakaan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Hery menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan disiplin.
“Pelatihan ini bukan hanya bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membangun budaya keselamatan serta memperkuat jaringan potensi SAR di daerah. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing dan mampu melakukan tindakan awal yang tepat sebelum bantuan lanjutan tiba di lokasi kejadian,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan tidak hanya bergantung pada Basarnas, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi antara Basarnas dengan pemerintah desa, kelurahan, komunitas, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan operasi SAR. Dengan kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan ini, kami berharap peserta dapat menjadi perpanjangan tangan Basarnas dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang peserta yang merupakan kepala desa dari Kabupaten Deli Serdang mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain memahami teori mengenai penanganan keadaan darurat di perairan, kami juga memperoleh pengalaman praktik langsung mengoperasikan perahu karet, teknik penyelamatan korban, hingga memahami cara membaca informasi cuaca. Bekal ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di desa,” ungkapnya.
Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Tahun 2026 ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang terlatih, siap siaga, serta memiliki kemampuan dasar pencarian dan pertolongan di wilayah masing-masing.
Dengan semakin kuatnya jaringan potensi SAR di Sumatera Utara, diharapkan respons terhadap kondisi kedaruratan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi guna meminimalkan risiko serta menyelamatkan lebih banyak jiwa manusia. Ss/hms



Komentar