Medan, 11 April 2026 , TobaRescueNews.Com
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan menerima laporan kejadian kondisi membahayakan manusia berupa satu orang tenggelam di kawasan objek wisata Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Desa Situmurun, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Sabtu (11/4).
Informasi awal diterima pada pukul 13.00 WIB dari rekan korban atas nama Anton. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Danau Toba langsung diberangkatkan pada pukul 13.20 WIB menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dengan jumlah personel sebanyak 8 orang.
Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian bermula sekitar pukul 12.10 WIB ketika Korban an. Christopher Rustam (21) bersama rombongan sedang berlibur dan berenang di sekitar Air Terjun Situmurun. Saat berada di dalam air, korban diduga mengalami kram sehingga tidak dapat menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam.
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh rekan korban bersama masyarakat sekitar, namun hingga laporan diteruskan ke Basarnas Medan, korban belum berhasil ditemukan.
Setibanya di lokasi kejadian, Tim SAR Gabungan segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait, di antaranya Polsek Lumban Julu, Polair Danau Toba, serta masyarakat dan keluarga korban. Selanjutnya dilakukan asesmen di lokasi kejadian (LKP) dan briefing untuk menentukan strategi pencarian yang efektif.
Operasi SAR dilakukan dengan mengerahkan berbagai peralatan pendukung, antara lain perahu RBB, peralatan selam, peralatan water rescue, Aqua Eye, serta perlengkapan komunikasi dan medis. Metode pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan dan penyelaman di sekitar titik terakhir korban terlihat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan tim di lapangan.
“Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melaksanakan asesmen dan menyusun rencana operasi secara terukur dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, termasuk opsi penyelaman dan penggunaan Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air. Pencarian difokuskan pada area titik terakhir korban terlihat dengan metode penyisiran dan penyelaman secara intensif,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilaksanakan secara optimal hingga korban ditemukan.
Basarnas Medan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan perairan, khususnya di objek wisata alam seperti air terjun dan danau, agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri saat berenang.
Selain itu, diharapkan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk turut membantu memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Basarnas Medan berharap korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian kepada pihak keluarga. Ss/hms



Komentar