Beranda Branding Breaking News Hukum Index Berita Medan Nasional Peristiwa SEO Sumatera Utara
Beranda / Sumatera Utara / Satu Unit Minibus Jenis Toyota Innova Terjun ke Sungai Lae Kombih Di Pakpak Bharat, Pasangan Suami Istri Masih Dalam Pencarian Tim Operasi SAR Nasional

Satu Unit Minibus Jenis Toyota Innova Terjun ke Sungai Lae Kombih Di Pakpak Bharat, Pasangan Suami Istri Masih Dalam Pencarian Tim Operasi SAR Nasional

Medan, 31 Maret 2026 — TobaRescueNews.Com

Tim Operasi SAR Nasional yang dikoordinir oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan masih terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan sebuah mobil minibus yang jatuh ke Sungai Lae Kombih, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan menerima laporan kejadian pada Selasa (31/3) dari Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Pakpak Bharat, Ridzuan Brutu. Berdasarkan laporan tersebut, satu unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP dilaporkan terjatuh ke jurang hingga masuk ke aliran Sungai Lae Kombih, tepatnya di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin malam (30/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Kendaraan yang membawa dua orang penumpang diduga kehilangan kendali dan terjun ke jurang yang berada di sekitar aliran sungai. Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada BPBD setempat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Basarnas untuk dilakukan operasi SAR.

Pendidikan Dasar Pencarian dan Pertolongan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Resmi Ditutup, 10 Peserta Dinyatakan Lulus

Dalam kejadian ini, terdapat dua orang korban yang merupakan pasangan suami istri hingga saat ini masih dalam pencarian, yaitu Rudi Simanjuntak (40 tahun) dan Risma Tumangger (39 tahun) warga Lae Ikan Kota Subullussalam, Aceh

Setelah melaksanakan assessment di lapangan, Tim melakukan pencarian dengan membagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yaitu SRU 1 melakukan pencarian menggunakan drone thermal dengan jangkauan hingga 5 kilometer, menyisir area dari lokasi kejadian hingga ke arah Air Terjun Kedabuhen, wilayah Subulussalam, Aceh selanjutnya SRU 2 melakukan pencarian darat dengan metode penyisiran di sepanjang aliran sungai sejauh ±1 kilometer ke arah hilir, serta pemasangan jaring di sekitar area yang dicurigai.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Medan, Polsek Sukaramai, BPBD Pakpak Bharat, pemerintah setempat, serta masyarakat dan keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa seluruh upaya akan dilakukan secara maksimal untuk menemukan korban.

“Kami telah mengerahkan tim rescue lengkap dengan peralatan SAR, termasuk drone thermal dan peralatan water rescue. Operasi ini dilakukan secara terpadu bersama unsur SAR gabungan dengan fokus utama pada keselamatan dan efektivitas pencarian. Namun hingga akhir pencarian hari kedua sore ini, tim belum menemukan keberadaan korban dan Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Hasil Autopsi Sandi Napi Lapas Narkotika Serong Sudah Keluar, Pihak Keluarga Minta Polisi Sampaikan ke Publik

Basarnas Medan juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk turut mendukung kelancaran operasi SAR dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ss/hms

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan